Thursday, April 25Ajak Kawanmu Untuk Duduk SatuMeja

Movement

Semua Tentang Pergerakan Sosial sampai Pendidikan

Bandung Menjadi Kota Pertama untuk Lokakarya Social Media for Social Good 2019

Bandung Menjadi Kota Pertama untuk Lokakarya Social Media for Social Good 2019

Acara, Movement
BANDUNG - SatuMeja.com | Lokakarya Social Media for Social Good atau #SocMed4SocGood hadir kembali di tahun 2019. Tahun ini program akan digelar di 7 Kota di Indonesia dan diselenggarakan berkat adanya kolaborasi antara Arcanum Hobbies dengan Kedutaan Besar Amerika di Jakarta. Dengan mengangkat tema “The role of Social Media in Fighting Corruption”, Kota Bandung menjadi kota perdana pelaksanaan lokakarya di tahun ini. Program yang sudah hadir sejak 2015 ini dilatarbelakangi oleh tingginya jumlah pengguna internet dan media sosial di Indonesia, bahkan beberapa diantaranya menduduki peringkat teratas di dunia. Data hasil riset yang dilakukan oleh We Are Social dan Hootsuite pada tahun 2018 menyebutkan 132,7 juta dari 265,4 juta penduduk Indonesia sudah terhubung ke Internet, dengan 1
Bagaimana masa depan perairan Indonesia? Q&A SeaTalk with Berbalut dalam PODCAST Salam Lita

Bagaimana masa depan perairan Indonesia? Q&A SeaTalk with Berbalut dalam PODCAST Salam Lita

Feature, Movement, Podcast
JAKARTA - SatuMeja.com | Memperingati Hari Peristiwa Laut dan Samudra tanggal 15 Januari 2019, sebuah gerakan yang bernama BERBALUT (Bersihkan Kembali Lingkungan dan Laut) membuat Berbalut SEAtalk. Berbalut SEAtalk dibuat dengan memanfaatkan platform WhatsApps Group, sebagai media untuk menimba ilmu mengenai masalah sampah dan perairan Indonesia sekaligus sharing terbuka untuk menjadikan perairan Indonesia yang lebih baik 2024. Edisi pertama Berbalut SEAtalk mengangkat tema "Bagaimana masa depan perairan Indonesia ???" Bersama Ranitya Nurlita Founder ASEAN Reusable Bag Campaign. Salma Ardana Co-founder BERBALUT menjadi moderator Berbalut SEAtalk kali ini. Berbalut SEAtalk digelar tanggal 19 Januari 2019, rencananya dimulai dari jam 8 malam sampai jam 10 malam, yang ternyata b...
Lomba Cipta Lagu Bijak Kelola Sampah

Lomba Cipta Lagu Bijak Kelola Sampah

Movement
JAKARTA - SatuMeja.com | Studi Jenna Jambeck (2016) menobatkan Indonesia sebagai negara penghasil sampah lautan (marine debris) ke-2 terbesar di dunia setelah China. Sampah organik yang dibuang dalam keadaan terbungkus plastik berpotensi mengalami pembusukan secara anaerob (tanpa oksigen) yang dapat menghasilkan gas metana (CH4) yang jika terlepas ke udara bebas dapat menyebabkan penipisan lapisan ozon bumi. Dari 7000 ton yang dihasilkan penduduk Jakarta, hanya 8% yang didaur ulang, sisanya menumpuk di TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) sampah. Beberapa TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) sampah di Indonesia seperti TPA Suwung di Bali, TPA Piyungan di Jogjakarta, serta TPA/TPST Bantar Gebang di Bekasi terancam tak lagi bisa beroperasi dikarenakan tumpukan sampah yang semakin menggunung. Pen...
PODCAST: Salam Lita oleh Ranitya Nurlita

PODCAST: Salam Lita oleh Ranitya Nurlita

Movement, Podcast
Podcast Salam Lita dibuat oleh Ranitya Nurlita (Lita) bekerjasama dengan satumeja.com, podcast yang akan banyak cerita tentang pengalaman Lita yang bergerak dibidang Lingkungan dan bagaimana agar kita dapat lebih berSahabat dengan Alam. Salam, juga dapat diartikan singkatan dari Sahabat Alam, yang merupakan nama Board Games hasil kolaborasi dari Lita (ASEAN Reusable Bag Campaign), Replay Indonesia, dan juga Fabi shirohyde. Ranitya Nurlita aktif di berbagai aktivitas pengembangan pemuda sejak 2011 untuk menggapai mimpinya menjadi pengusaha yang fokus di bidang lingkungan. Ranitya mempunyai minat yang tinggi di bidang Pembangunan Berkelanjutan, Manajemen Proyek, dan Kepemimpinan Pemuda. Karena minatnya ini, Ranitya menjadi Duta Muda di berbagai Forum Internasional lebih dar...
Pendaftaran BOARDGAME LAND Sudah Dibuka, Tempat Terbatas di Salatiga

Pendaftaran BOARDGAME LAND Sudah Dibuka, Tempat Terbatas di Salatiga

Acara, Board Games, Movement
SALATIGA - SatuMeja.com | Padepokan Margosari mengibaratkan Rumah adalah taman dan gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarganya menuju peran peradabannya, dan Padepokan Margosari menjelaskan bahwa mereka adalah sebuah taman peradaban tempat beraneka warna bunga tumbuh di dalamnya. Bunga-bunga itu bisa anak-anak yang berada di dalamnya, gagasan-gagasan peradaban yang muncul di dalamnya, event-event yang terselenggara berkat dorongan hadirnya sebuah peradaban yang lebih baik, maupun komunitas-komunitas yang muncul di dalamnya. Bunga-bunga yang muncul di taman ini adalah bunga-bunga indah peradaban yang memiliki bentuk,warna, keharuman, kelopak dan tangkai yang unik-unik. Sehingga mereka memiliki motto "Bunga Kembang di Alam". Padepokan Margosari yang berdomisili di Sala...