Wednesday, October 23Ajak Kawanmu Untuk Duduk SatuMeja

Pandji Pragiwaksono Memberikan 10 Starter Pack Untuk Demokrasi dan Politik di Dalam Septictank

JAKARTA – SatuMeja.com | Akhirnya masa kampenye pemilu 2019 sudah selesai, tanggal 17 April 2019 kemarin KPU sudah menggelar Pemilihan Umum terbesar di Dunia dan sekarang proses perhitungan Real Count sedang berlangsung. Pemilu tahun ini, saya mengubah cara saya memilih. Termasuk juga mengubah pilihan partai politik yang sudah saya dukung dari awal mereka berdiri.

Diskusi tentang politik dengan beberapa kawan, termasuk juga mendengarkan pembahasan-pembahasan politik yang ada di youtube dan juga yang saya hadiri secara langsung. Salah satu yang saya dengarkan sudut pandangnya adalah Pandji Pragiwaksono.

Sejak pemilu 2014 sampai pemilu 2019 sekarang, bisa dibilang terdapat 2 kubu koalisi politik besar di Indonesia, ada kubu Jokowi/PDI Perjuangan dan kubu Prabowo/Gerindra. Dimana pendukung mereka masih sangat banyak yang terlihat fanatik dalam mendukung calon yang akhirnya diusing kedua kubu ini.

Menariknya, Pandji ini sempat merasakan suasana bahkan bekerjasama dengan orang-orang yang ada didalam kedua kubu ini. Mundur kebelakang sebelum kedua kubu besar ini terbentuk, tahun 2012 Pandji memutuskan untuk mendukung Faisal Basri melawan 5 pasangan calon yang didukung oleh banyak partai besar.

Bang Faisal ini maju sebagai Calon Independen yang berduet dengan Biem Triani Benjamin untuk Pilkada DKI Jakarta, dimana salah satu paslon lawan mereka adalah Jokowi-Ahok (BTP) yang diusung PDI Perjuangan & Gerindra. Koalisi 2 partai besar yang sedang menjalani masa “bulan madu” untuk menghasilkan koalisi super besar, menghadapi kekuatan Partai Demokrat yang sedang berkuasa 2 periode. Hasilnya sama-sama kita tahu, Jokowi-Ahok yang berhasil memenangkan pilkada DKI 2012 itu.

Selanjutnya di tahun 2014 Pandji diajak untuk mendukung Anies Baswedan dalam Konvensi Partai Demokrat, yang rencananya akan dimajukan sebagai Calon Presiden dari partai itu. Sayang konvensi ini tidak sesuai dengan yang dijanjikan, dimana calon yang dimajukan malah bukan salah satu dari peserta konvensi.

Dipihak yang lain, PDI Perjuangan akhirnya mencalonkan Joko Widodo sebagai Calon Presiden yang akan mereka usung, dimana keputusan ini membuat koalisi super besar dengan Gerindra ini pecah. Kedua Partai ini berhasil menjadi magnet bagi partai-partai lain, untuk membentuk 2 kubu politik yang besar.

Anies Baswedan diminta oleh Jokowi untuk menjadi Tim Pemenangan, lalu Anies mengajak Pandji untuk membantu dia di dalam tim ini. Sampai akhirnya, Jokowi bersama Jusuf Kalla memenangkan pemilu dan Anies Baswedan diangkat menjadi Menteri Pendidikan.

Secara mengejutkan, pada tahun 2016 Anies Baswedan kena Reshuffle Kabinet oleh Presiden Jokowi. Banyak yang mempertanyakan keputusan ini, apa alasan Anies Baswedan dicopot dari Menteri Pendidikan? Sampai saat ini, orang-orang hanya dapat mereka-reka, belum ada penjelasan langsung dari pak Jokowi.

Maju ke pilkada DKI 2017, Anies Baswedan diminggu terakhir pendaftaran ditawari oleh Gerindra untuk menjadi Calon Gubernur DKI melawan petahana Ahok-Djarot dan jagoan Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Salah satu orang dimintai tanggapan saat itu adalah Pandji, yang saat dihubungi via telepon sedang berada di Wall Street, New York.

Pandji yang sedang dalam World Tour Stand-Up Comedy-nya itu, diajak diskusi sekitar 2 jam untuk membahas penawaran ini. Dimana akhirnya diputuskan untuk maju, dan Pandji bersedia untuk mendukung sekaligus menjadi “Bodyguard” bagi Anies.

Tahun 2014 sebelumnya Anies dan Pandji menjadi lawan politik yang bisa dibilang sangat vokal sekali menyerang kubu Prabowo, lalu ditahun 2017 diajak masuk ke kubu ini, untuk didukung menjadi pemimpin di DKI Jakarta. Tentunya banyak penolakan oleh para simpatisan, kader, dan pendukung dari partai-partai pengusung, terutama dari PKS dan Gerindra itu sendiri. Salah satu tugas Pandji adalah, berdialog dengan mereka agar mau menerima Anies Baswedan dan mendukungnya.

Berduet dengan Sandiaga Uno, pasangan ini memulainya dengan elektabilitas paling rendah dari pasangan yang lain. Pasca Debat pertama, pasangan ini berhasil menyalip elektabilitas AHY lalu berhasil maju ke putaran kedua. Ada analisa dan fakta menarik yang diceritakan oleh Pandji, yang akhirnya membuat Anies Baswedan & Sandiaga Uno berhasil memenangkan Pilkada DKI ini.

Masuknya Pandji kedalam tim sukses dari kubu Prabowo, membuat pemikiran dan asumsi dia sebelumnya berubah. Ini sangat terlihat di pilpres 2019 ini, dia memutuskan untuk Netral tidak masuk dalam timses kedua kubu lagi. Meski mas Anies terkadang terlihat dalam kampanye kubu 02, ini dapat dipahami, bagaimana pun kubu ini yang berjasa menjadikannya Gubernur di DKI Jakarta.

Kalau kamu perhatikan channel youtube nya Pandji, dia membuat 2 video yang berjudul “Ga Ada Alasan Untuk Memilih Prabowo” dan “Males Milih Jokowi”. Video ini jadi sangat viral sekali, bahkan membuat banyak youtuber lain dan juga media mengundang dia untuk diskusi membahas ini. Karena dua video ini pula, Pandji dicap oleh sebagian netijen mengkampanyekan Golput (tidak memilih).

Cerita diatas adalah gambaran singkat tentang pengalaman Pandji Pragiwaksono nyemplung di kolam politik, dan itu dituliskannya didalam buku yang berjudul Septictank.

Bagi Pandji, nyempung ke kolam politik sama saja seperti nyemplung ke Septictank. Tau apa itu Septictank? kalau nggak tahu silahkan googling ya… ^_^

Saya pertama kenal dengan Pandji saat dia merilis Album Rap Provocative Proactive. Saya punya semua rilisan fisik Album Rapnya dan juga sebagian besar bukunya. Terakhir saya membeli Digital Download Buku Indiepreneur, yang akhirnya saya kecewa karena muncul versi buku fisiknya. Hahaha… 😀

Setelah itu saya skip, sampai akhirnya saya memutuskan untuk membeli buku ini setelah saya melakukan tugas negara memberikan suara untuk Presiden, Legislatif, dan Senator di Jakarta.

Salah satu yang membuat saya tertarik untuk membeli buku ini adalah, saya ingin tau sudut pandang Pandji yang lain dari kedua kubu politik besar ini.

Oh iya, buku ini dirilis di Jogjakarta tanggal 30 Maret, beberapa minggu sebelum hari pencoblosan. Dirilis dengan membuat Stand-Up Special yang menggunakan nama yang sama dengan judul bukunya. Dengan materi full politik, kalau lihat dan dengar testimoni para penontonnya sepertinya sangat berbahaya untuk dirilis versi digital download nya. 😀

 

View this post on Instagram

 

A post shared by COMIKA.ID (@comikaid) on

Jadi pingin banget ngelihat Video Rekaman Septictank StandUp Special ini, semoga rencana untuk menjual versi digital download nya tetap akan dilakukan dan tanpa sensor. 😀

Ok kembali ke buku, selain cerita perjalanan dia nyemplung kekolam politik, Pandji juga memberikan 6 Starter Pack Demokrasi bagi kita semua agar lebih menikmati sistem Demokrasi yang ada di Indonesia. Ada juga 4 Starter Pack Politik bagi mereka-mereka yang punya rencana untuk terjun ke kolam politik.

“Tidak hanya Cerdas, tetapi seseorang yang ingin terjun ke dunia politik juga harus Cerdik. Kecerdikan itu ilmu jalanan yang hanya bisa diperoleh seseorang yang sudah Paham Politik sebelum menjadi caleg.” salah satu kutipan di buku ini.

 

View this post on Instagram

 

Memorable. . Dari 6 Stand-Up Special yg pernah gue gelar. Bhinneka Tunggal Tawa. Merdeka Dalam Bercanda. Mesakke Bangsaku. Juru Bicara. Pragiwaksono. Dan yg trakhir, Septictank. Semuanya meninggalkan kesan tersendiri. Tapi #Septictank, meninggalkan kesan yg berbeda. . Mungkin krn hanya 1 kali. Mungkin krn hanya 1 kota. Mungkin krn tidak ada turnya. Mungkin krn mepetnya persiapan. Mungkin krn materinya yg berbahaya. Mungkin krn fisiknya yang lagi roboh. Mungkin penontonnya yang berdatangan bahkan dari berbagai kota di Indonesia. Mungkin perjuangan mereka nyetir dari Bekasi, terbang dari Samarinda, memilih dipecat kantor karena tidak dapat ijin utk bisa nonton pertunjukan ini. . Mungkin, kombinasi dari semuanya. . Gue mau berterima kasih kepada semua yg terlibat & datang utk nonton. Temen2 @bentangpustaka , para relawan, @iqbalkutul yg membuka, @muktientutz yg VO, @standupindojgj yg mendukung. Dan semua pihak yang tidak bisa disebutkan satupersatu. . Terima kasih sudah ikut nyemplung bersama saya. . Untuk yg nonton, semoga puas, semoga tercerahkan, dan semoga berkesan. . Crita2 dong bit favoritmu dari #Septictank yg mana?

A post shared by pandji pragiwaksono (@pandji.pragiwaksono) on

2024
Di bagian akhir buku, Pandji mencoba untuk memprediksi tahun politik 2024 nanti akan seperti apa Pilpres kita ini. Kalau melihat hasil Quick Count pemilu 2019, dimana pak Jokowi sudah tidak bisa mencalonkan diri menjadi presiden lagi.

Kalau benar terjadi seperti itu, maka di tahun 2024 nanti akan ada nama-nama baru yang akan muncul menjadi caperes/cawapres, yang diprediksi akan lebih seru. Koalisi akan lebih cair lagi, tidak hanya didominasi 2 kubu besar sebelumnya. Kita tunggu hasil Real Count yang sedang dilakukan oleh KPU.

Menurut Pandji, bisa saja Anies Baswedan akan diusung oleh PDI Perjuangan, entah itu menjadi cawapres dari kader PDI Perjuangan sendiri, atau kemungkinan yang lain. Kalau lihat Quick Count hari ini, ada kemungkinan 2024 PDI Perjuangan dapat mengajukan capresnya tanpa koalisi dengan partai yang lain. Selain itu, hasil dari Quick Count juga menunjukkan hanya ada 9 partai yang mungkin akan lolos ke Senayan.

Bola politik akan bergerak liar, akan sangat banyak kemungkinan yang akan terjadi. Trend politik nanti juga akan berubah prediksi Pandji, termasuk penggunaan politik Identitas juga akan tergantikan. Tergantikan dengan apa? Pandji belum tau jawabannya, tetapi dia yakin itu akan tergantikan.

“Saran saya jangan terlalu vulgar dalam menyerang. Jangan terlalu aneh-aneh, karena bisa pusing sendiri nanti. Takutnya tiba-tiba belok kanan, kan, repot” pesan Pandji di bukunya ini.

Saya sangat merekomendasikan buku ini untuk kamu baca, terutama buat kamu yang tertarik untuk terjun di dunia politik. Karena prediksi saya, kampanye 2024 akan segera dimulai, setelah urusan pilpres 2019 ini selesai. Siapkan Starter Packnya, agar kamu juga bisa merasakan serunya politik. (eFKa)

Boleh Share ajak yang lain duduk SatuMeja disini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •