Tuesday, May 21Ajak Kawanmu Untuk Duduk SatuMeja

Kumpul Para Pegiat Board Game Regional Jawa Tengah di Prototype Day 2018

SEMARANG – SatuMeja.com | Pada bulan Desember lalu, diadakan acara Prototype Day untuk pertama kalinya di Jawa Tengah. Prototype Day adalah ajang untuk memberikan wadah bagi para pegiat board game untuk menghadirkan board game yang berkualitas. Pada ajang ini, desainer board game dapat menguji cobakan game yang mereka buat dan mendapatkan feedback secara langsung dari para playtester.

Game designer juga dapat melakukan pitching ke para publisher yang datang pada acara ini, seperti Erwin Skripsiadi dari Hompimpa Games – Solo, Vicky Belladino dari Congkak Fun Factory – Salatiga, dan Andi Taru dari Educa Studio – Salatiga.

Acara Prototype Day 2018 ini diselenggarakan di Galeri gedung H Universitas Dian Nuswantoro pada tanggal 15 Desember 2018. Tidak disangka acara ini mendapat antusiasme dari peserta yang cukup tinggi. Lebih dari 60 peserta hadir untuk memainkan prototype dari game designer. Beberapa judul game yang dimainkan adalah: Filatelis, Save Orang Utan, Demi Dia, Lelang jual beli, Para Pengarung Samudra, Monster & Colors, Ayo Ambil, Mengenal Hewan, Secret Pirates, dan Zombie Space.

Lantas mengapa prototype day sangat lah penting?
Belajar dari teman-teman TBD (Taiwan Boardgame Design), adanya prototype day sangat berpengaruh terhadap kemajuan dan pertumbuhan board game di Taiwan. Sehingga, para pegiat board game di Jawa Tengah mencoba untuk mengimplementasikan metode yang telah terbukti di TBD. Hasilnya, game designer mendapatkan feedback yang sangat konstruktif, para publisher mendapatkan insight game yang mereka akan terbitkan, dan para playtester berkontribusi dalam peningkatan kualitas game.

Selain itu pada acara ini juga dibahas sebuah platform yang dapat membantu perkembangan industry board game di Indonesia, dukungkreasi.com. Platform tersebut dikembangkan oleh Adhicipta R Wirawan beserta tim sebagai platform pre-order yang dapat digunakan publisher untuk melakukan crowdfunding seperti pada situs kickstarter.com. 

Ardiawan Bagus H

Ardiawan Bagus Harisa selaku koordinator Komunitas Board Game Semarang (Kobar) menjelaskan bahwa di TBD beberapa hal penting yang menjadi perhatian untuk pertumbuhan board game adalah:

  1. Berbagi pengalaman dari pegiat yang sudah lebih lama terjun di industri board game.
  2. Para pegiat yang baru memasuki harus dapat bekerja lebih cepat.
  3. Kampanye edukasi untuk manufaktur, distributor, dan masyarakat sebagai calon pembeli.
  4. Adanya kolaborasi. Seperti contohnya kolaborasi antara Kummara dengan Ghostly comic, Balap Kuliner dengan salah satu illustrator anak Dini Marlina, dan Hompimpa Games dengan Markobar.  

Pelaku industri board game Indonesia sangat diharapkan untuk dapat berbagi ilmu yang berkaitan dengan industri board game, baik dari sisi publishing, designing, distributing, manufacturing, marketing dan lain-lain. Contohnya, Kummara, Canvas Ranger, dan Cuaca Cerah Games dapat mengadakan suatu event yang menampilkan post mortem dari tiap game yang mereka buat atau terbitkan.

Arie Setyawan – Dosen UKSW

Dimana akan banyak banyak orang yang belajar dari pengalaman mereka yang pada akhirnya secara otomatis akan ikut membantu pertumbuhan board game di Indonesia baik dari sisi finansial maupun kualitas game. Yang pasti, event tersebut harus sebisa mungkin digunakan untuk bersama.

Pengalaman yang saya dapat saat mengikuti event yang dibuat Taiwan Boardgame Design (TBD) salah satunya adalah saya merasa bahwa saya tidak dianggap orang asing. Sehingga semua informasi dan ilmu yang mereka bagikan saya bisa terima dengan baik. Menurut saya, hal inilah yang menjadi salah satu faktor utama dari perkembangan industri board game di Taiwan.

Bagi para game designer, kebutuhan akan soft skill dan hard skill tidak terelakan. Untuk menghasilkan game yang berkualitas pasti diperlukan skill set yang memadai. Sebab itu, seorang game designer juga harus dapat mendorong dirinya sendiri untuk terus belajar dan menghasilkan sesuatu yang berkualitas.

Hanny Haryanto – Dosen UDINUS

Untuk hard skill, kita dapat mengakses sumber buku, internet, relasi untuk pengetahuan tentang game design atau bahkan industri game secara luas. Pada saat kita melakukan submision dan pitching kepada suatu game publisher, ada etika-etika yang harus dilakukan. Dimana hal tersebut berkaitan dengan soft skill seorang game designer. Dan masih banyak lagi contohnya.

Pengetahuan dari para pelaku boardgame sesuai bidangnya juga sangat mempengaruhi perkembangan industri board game. Suatu publisher harus tau tugas dan kewajiban yang harus dilakukan, misalnya menerima submisi dan melakukan kurasi, membuat perhitungan untuk percetakan, berkomunikasi dengan manufaktur untuk menghasilkan komponen yang sesuai harapan, berkomunikasi dengan marketer dan distributor untuk meningkatkan penjualan.

Hal tersebut akan menjadi fatal jika publisher tersebut tidak memiliki bekal pengetahuan yang diperlukan. Maka dari itu semua lapisan pelaku board game harus diberi edukasi dari hulu ke hilir tentang siklus industri board game. Kita dapat melakukannya beberapa diantaranya adalah dengan melalui event kreatif, kegiatan di sekolah, tv show, campaign untuk keluarga, dan sebagainya. (abh)

Boleh Share ajak yang lain duduk SatuMeja disini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •